Tampilkan postingan dengan label MISCELENEOUS POST. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MISCELENEOUS POST. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Maret 2015

BOSS VS STAFF

Bila boss tetap pada pendapatnya, itu berarti beliau konsisten
Bila staff tetap pada pendapatnya, itu berarti dia keras kepala !

Bila boss berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel.
Bila staff berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat, itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform !

Bila boss bekerja cepat, itu berarti beliau smart.
Bila staff bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati..
Bila staff lambat memutuskan, itu berarti dia telmi !

Bila boss mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani
mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani mengambil resiko, itu berarti beliau risk taking.
Bila staff terlalu berani mengambil resiko, itu berarti dia sembrono!

Bila boss tidak berani mengambil resiko, itu berarti beliau prudent.
Bila staff tidak berani mengambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-innovatif.
Bila staff mem-by pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis, itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakan sulit, itu berarti beliau prediktif-antisipat if.
Bila staff menyatakan sulit, itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakan: mudah, itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakanmudah, itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer.
Bila staff sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment, itu berarti beliaurajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas mewah, itu berarti dia banyak menuntut !

Bila boss tertawa setelah membaca tulisan seperti ini, itu berarti beliau humoris.
Bila staf tertawa setelah membaca tulisan seperti ini, itu berarti dia : frustasi, iri terhadap karir orang lain, negative thinking, barisan sakit hati, provokasi, tidak tahan banting, berpolitik di kantor, tidak produktif, tidak sesuai dengan budaya perusahaan.

Disadur dari sebuah email lama

4 Nov '09
11.28
Dalam Sebuah Kebosanan AkutAnn

Sabtu, 07 Maret 2015

3 DIANTARA 15 SIFAT DASAR MANUSIA DALAM AL QUR'AN YANG PALING POPULER



BERKELUH KESAH, KIKIR DAN PELUPA

Cukup sudah.........
Fitrah insani kita memang tidak pernah cukup untuk membawa kita menuju JannahNya, tidak cukup hanya menjadi "Manusia Biasa" untuk berlari dan berlomba menuju Syurga.
Sungguh....sungguh hina lagi dina....!!
Makhluk apa lagi yang berani memikul amanah yang gunung dan langit menolaknya selain Manusia...?
Benarlah Umar yang berkata:
"Ya Allah, Engkau muliakan kami dengan Iman dan Islam. Sungguh kalau bukan karena keduanya, maka celakalah manusia.
Mari kita telusuri apa kata Al Qur'an tentang makhluk yang bernama manusia.

PERTAMA, MANUSIA ITU SUKA BERKELUH KESAH

"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah" (QS. Al Ma'arij:19-20). 
"Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan" (QS. Al-Fushshilat:20)
"Dan apabila kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia dan membelakangi dengan sikap yang sombong, dan apabila dia ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa" (QS. Al Isra: 83)
Disadari maupun tidak, mengeluh adalah sifat dasar manusia yang timbul saat ia tertimpa masalah atau dalam kesempitan. Saat itu, hati manusia diliputi kegelisahan seraya berkeluh kesah dan memohon pertolongan. Segala janji mudah diucapkan untuk mendapatkan pertolongan. 
Namun, ketika pertolongan itu datang, janji yang tadi terucap dengan mudah pula dilupakan. Saat itu sifat dasar "kikir" menyelimuti hatinya. 
Janji yang terhutang seumur hidup dan takkan tertagih seumur hidup dengan mudah menggiringnya menuju siksa kubur dan pintu neraka.

KEDUA, MANUSIA ITU SUKA KIKIR

Kikir dalam bahasa Arab disebut bakhil. Secara detail Allah berfirman:
"Katakanlah, kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendcaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya. Dan adalah manusia itu sangat kikir.": (QS. Al Isra:100)

KETIGA, MANUSIA ITU SUKA PELUPA

"Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepadaNya, kemudian apabila Tuhan memberikan nikmatNya kepadanya, lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalanNya. Katakanlah, bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu, sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka". (QS. Az Zumar:8)

Sabtu, 28 Februari 2015

JANGAN BEBANI ANAK DENGAN TARGET ORANG TUA




Kebanyakan orang tua senang memberi target kepada anaknya, termasuk dalam kaitannya dengan prestasi akademis. Misalnya orang tua ingin anaknya ranking satu atau selalu mendapat nilai seratus. Seharusnya orang tua realistis dalam memasang target kepada anak.
 
"Sangat berisiko jika orang tua menargetkan sesuatu tetapi anak tidak mampu. Lebih baik, orang tua realistis dan punya rencana a, b, atau c," kata psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan, Psi yang SekolahDasar.Net kutip dari Antaranews (05/02/15). 

Target yang diberikan orang tua tanpa mempertimbangkan kemampuan anak akan membebani anak. Anak akan merasa tertekan, tidak berguna bahkan merasa tidak berharga. Memaksakan target hanya akan membuat anak stres, kabur atau justru memusuhi orang tua.  

 [ Baca juga: Inilah Alasan Tidak Boleh Memaksa Anak Belajar ]

Untuk itu, orang tua perlu melakukan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan akademis anak. Orang tua dapat mengetahui kemampuan akademis anak dari tugas-tugas, ujian, pekerjaan rumah yang diterima anak di sekolah.

"Jika anak memang akademisnya belum berubah, jangan dimarahi, dihina, diejek, dilabeli tidak mampu. Tetapi carikanlah solusinya. Apakah memang dia tidak mengerti, apakah tidak teliti atau kemampuanya di satu pelajaran tertentu memang kurang," jelas Sani. 

Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu mengatakan orang tua juga perlu memberi pemahaman pada anak mengenai target yang diberikan, sehingga semangat anak terpacu dan tidak merasa terpaksa mencapai target dari orang tuanya itu. 


Sumber:
http://www.sekolahdasar.net/2015/02/jangan-bebani-anak-dengan-target-orang-tua.html#ixzz3RsYmSRK4

INILAH ALASAN TIDAK BOLEH MEMAKSA ANAK BELAJAR






Orang tua harus rutin dan sabar mendampingi anak belajar

Orang tua harus mau meluangkan waktu untuk mendampingi anak belajar.

Memaksa anak belajar dapat meningkatkan ketegangan anak dan membuatnya stres. Orang tua pun ikut gampang gusar. Ketegangan membuat keduanya menjadi gampang marah. Pemaksaan hanya akan membuat anak makin sulit menyerap pelajaran.
Menurut psikolog anak Anna Surti Ariani, ketika anak ataupun orang tua mulai terasa tegang, kegiatan belajar sebaiknya dihentikan. Saat emosi sudah kembali tenang, otak akan berfungsi dengan baik.
Orang tua berkewajiban menyusun manajemen belajar yang baik untuk anaknya. Manajemen belajar ini mesti dikembangkan berdasarkan karakteristik anak. Satu cara yang bagus bagi seorang anak belum tentu cocok untuk anak lain.
Untuk membantu anak, orang tua sering kali turut terlibat dalam proses belajar dan mengajar di rumah. “Mereka butuh diajarkan setiap malam untuk memudahkannya menguasai materi pelajaran.” kata Anna dikutip SekolahDasar.Net dari Republika (13/11/2013).
Orang tua dapat menanyakan kembali materi yang telah diberikan guru di sekolah. Jika memang sudah dicicil dan anak dirasa bisa, tidak perlu lagi belajar dengan sistem kebut semalam saat malam menjelang ujian.
Orang tua harus rutin dan sabar mendampingi anak belajar. Jangan Memaksa anak belajar banyak bahan dalam sekian jam. Itu membuat apa yang dibacanya tidak terserap sempurna. Anak hanya sampai pada level mampu mengingat, bukan paham atau mengerti.
Menurutnya sistem kebut semalam juga membuat anak cepat lelah. Ia akan kewalahan mempelajari materi yang akan diujikan. Belajar hingga larut malam membuat anak susah tidur dan paginya jadi susah bangun. Saat di sekolah anak bakal mengantuk dan hilang konsentrasi belajarnya.